Ketika badai datang, dingin dan keporakporandaan siap menyerang. Ketika getaran datang, gempa siap menyeruak dan merobohkan bangunan, jembatan, jalan-jalan besar. Meninggalkan sisa luka anak-anak kecil yang ditinggalkan orang-orang yang mengasihinya.

Ketika senja tiba, gelap siap mencekam. Ombak siap pasang. Hewan-hewan laut mulai bersembunyi dan menggigit dari balik air laut yang mulai tak nampak apapun kecuali memantulkan cahaya. Karang-karang tepi pantai siap menusuk jari-jari kaki yang melangkah di atasnya.

Di antara berjuta hal yang menyisakan luka, Tuhan memberi orang-orang terkasih. Yang tidak selalu hadir di sisi, tapi berlari paling awal ketika kita akan tenggelam.

Melalui senyum tulus mereka, Tuhan mengajarkan kebahagiaan. Lewat tawa mereka, Tuhan menitipkan berjuta keceriaan.

T Ica (bibi) - Dede Aya

Untuk setiap luka, Tuhan memberikan pengobatan. Memberikan hiburan. Memberikan cahaya. Memberikan bantuan.

Tuhan memberi pelangi setelah badai (ataupun di antara badai). Tuhan memberi lautan yang dalam sebagai kompensasi adanya gunung tinggi. Tuhan memadukan selat Sunda dan Krakatau pada sebuah senja di Anyer.

Senja di Anyer

Tuhan memberi senyum untuk setiap luka.

Tuhan menitipkan senyuman pada nenek, bibi, paman, sepupu-sepupu kecil, sore yang ramai dengan orang berlalu-lalang di tepi jalan, basahnya pasir pantai saat akan senja, anak-anak kepiting yang ditangkap, kumang-kumang kecil di dalam gelas airminum mineral. Tuhan menitipkan cinta pada senja kemerahan di tepi pantai, pada detik-detik saat kami shalat maghrib berjamaah ditemani angin pantai kala senja, pada cahaya temaram lampu mercusuar yang berputar-putar, pada saat dimana kami makan malam bersama, pada saat kami menyanyikan lagu-lagu dengan keras di dalam mobil. Dan saat kembali, Tuhan memberikan cinta dalam bentuk yang lain.

Terima kasih, KAU sungguh baik :)

Terima kasih, bibiku sayang :-*

Untukmu aku akan berlari

Untukmu aku akan melompat

Untukmu aku akan menyelam

Untukmu aku akan terbang

Untukmu aku akan bercerita

Untukmu aku akan mendengarkan

Untukmu aku akan membaca

Untukmu aku akan menggoyangkan kepala ke kanan dan kiri sesuai irama kehidupan

Untukmu aku akan terus mempelajari kehidupan dan kehidupan setelah kematian

Untukmu aku akan merajut syal agar kau merasa hangat

Untukmu aku akan mendukung setiap langkah untuk perjalanan yang jauh

Pada malam-malam hening,

Pada sore penuh doa,

Pada masa-masa ketika matahari nampak di langit Allah,

Untuk malaikat bermata teduh.

P.S :

tahukah malaikat bermata teduh…

bahwa lariku tak secepat dulu,

aku terkadang takut melompat,

aku hanya dapat berenang tingkat dasar,

aku tidak bisa terbang,

aku tak pandai bercerita,

aku bukan pendengar yang baik,

aku pemilih dalam hal buku bacaan,

aku tidak pandai mengikuti irama,

aku takut mati,

aku belum bisa merajut,

Tapi aku ada untuk dentuman langkah untuk perjalanan panjang malaikat bermata teduh.

Karena malaikat bermata teduh lebih suka berjalan, daripada terbang.

anggap saja ini si 'malaikat' bermata teduh :)

Anggap saja ini 'malaikat' bermata teduh itu. Sumber foto http://www.flickr.com/photos/annbananne/510275098/

22Desember2009, 0:53 dini hari

Malaikat bermata teduh,

dengan gagasan cerdas yang dituangkan dalam kata-kata emas.

sederhana, elegan.

lembut, tegas.

berdiam, berbicara.

berbeda dan luar biasa.

Malaikat bermata teduh,

istimewa.

Benar sekali! musim hujan adalah musim yang sangat cocok untuk bepergian!!!! apalagi ke beramai-ramai ke pantai.

badainya segera datang

memang sangat cocok liburan musim hujan ke pantai!

foto : www.flickr.com/photos/codorniu/66006599/

belum lagi mendung di atas lautnya T_T

foto : http://www.flickr.com/photos/framptop/3692760089/

Saya pernah dua kali berada di pantai saat mulai hujan dan saat gerimis. Rasanya menakjubkan!!! saya melihat awan kelabu tua menggantung seakan-akan marah! angin laut mulai menusuk-nusuk tulang. Air laut berlomba semakin tinggi ke pantai, hingga akhirnya pantai pasang. Rasanya seakan-akan seluruh awan, laut, ombak pasang, semuaaaanyaa akan menelan saya hidup-hidup.

Belum lagi di musim hujan yang dingin seperti ini… setelah sekian lama, alergi dingin saya kambuh, dan beberapa saat lalu bentol-bentol…gatalnya dahsyat..setiap ujung kuku menggaruk bagian yang gatal, sensasi panas terbakarnya semakin hebat!!!

Sungguh, kawan-kawan…musim hujan sangat cocok untuk bepergian..apalagi ke pantai! Tapi saya tidak akan ikut ke pantai pada musim hujan.  Saya memilih ke Dufan saja. Kalau hujan, nanti kami pindah jalan-jalan ke Plaza Semanggi, atau keliling-keliling Jakarta naik busway. Atau ke Puncak saja? atau Ciwidey? Bagi saya, hujan di Ciwidey lebih baik daripada di pantai… Setidaknya bisa membeli bandrek kalau udaranya semakin dingin… :)

Musim hujan sangat cocok untuk bepergian, kawan!* tapi rasanya, tidak ke pantai. Saya tidak ikut, terima kasih. Selamat bersenang-senang.

* Dengan catatan, naik mobil. Pemandangan kala hujan dan sesudahnya begitu indah.

kenapa wordpress nya nggak bisa unggah foto???? woooyyyy… mau nulis niiiiihhhhh :( bete.

Tik..tik..tik..

bunyi hujan di atas genting

airnya turun tidak terkira

..eee…

gyaaaa…!!! Saya lupa kelanjutan lirik lagunya. U_U’.

 

Hohoo…it’s raining in Cilegon, baby! it’s raining! Alhamdulillah. Setelah sekian lama menanti hujan, ahirnya Allah menurunkan keberkahan dalam hujan hari ini.

Cilegon selalu tampak lebih cantik saat musim hujan. Cuaca pantai yang yang panaaaaassss berganti dengan hawa sejuk–kalau nggak bisa dibilang dingin. Titik-titik air yang mengguyur pohon-pohon mangga dan sawah-sawah perkampungan. Aroma tanah yang basah karena hujan. Suasana nyaman kala akan beranjak tidur malam. Sampai-sampai, seorang kawan pernah mengatakan bahwa hujan di Cilegon adalah sebuah keajaiban. :D

Jatinangor–yang disebut-sebut kota sangat panas–saja sudah mulai hujan sejak sekira sebulan yang lalu. Di Cilegon, sebulan yang lalu masih kering kerontang! beberapa hari lalu baru mulai agak sering hujan. Hari ini, hujannya lebih lama. Jakarta malah kabarnya sudah kebanjiran beberapa kali. Kemarin, Oppie–sahabat SMA–via ym mengadu karena terjebak di kampus sejak pukul 1 siang hingga pukul 5 sore (entah pukul berapa ia balik ke kostan).

Di rumah orang tua saya, tak ada banjir. Pun tak pernah kekeringan air, alhamdulillah. Karena rumah kami dikelilingi pepohonan yang ditanam mamah dan bapak *dan dihidupkan oleh Allah, tentunya* :D . Yang ada hanyalah hujan yang anggun, suara air hujan yang menerpa dedaunan; rerumputan; bebatuan, hawa dingin, dan rasa syukur.

Hujan terus doooong Ya Allah

\(^0^)/

*menarikan tarian pemanggil hujan*

> sumber foto :

November Rain

 

 

Itu yang biasanya orang lakukan jika bingung, juga dengan tambahan meminta masukan dari orang lain. Kali ini saya mengangkat alis karena saya bingung mau ngasih judul apa untuk tulisan ini. Stop! saya tahu apa yang kalian pikirkan : “Ha! bodoh! ngasih judul aja nggak bisa!”

Tolong jangan kemukakan itu di hadapan saya kalau nggak mau dipukul panci.

Sudah lama sekali ya, nggak meng-update blog! terakhir kali itu beberapa bulan lalu mungkin! Lantas tiba-tiba saja saya ingin mengetik. Tadi, sembari browsing-browsing, sempat lihat juga ada pesta blogger 2009. Wew! cool! Dulu, semasa saya masih kuliah (cieeeh) S1, pada mata kuliah Pengantar Ilmu Politik, blog tidak dapat dijadikan referensi untuk tugas. Kenapa? mungkin karena khawatir banyak yang copy-paste. Mungkin juga karena blog biasanya berisi pendapat pribadi yang terkadang (katanya) nggak ilmiah. Pun, dulu orng yang punya blog sering dianggap sebagai orang yang kurang kerjaan! Padahal, para pemikir hebat seperti Wendt, Baylis dan Kang PJV pun punya blog! yang di dalamnya seringkali membahas hal yang bersifat ilmiah dengan pendapatnya sendiri. Mungkin kalo dulu di zaman Perang Dunia II internet sudah dipergunakan secara luas, Einstein juga lebih suka nulis rumus-rumusnya di blog.

Sekarang berbeda. Beberapa waktu lalu, dalam salah satu program televisi swasta nasional, blogger menjadi narasumber untuk sebuah acara. Blog juga dijadikan sebagai sarana berbagi informasi.

hehehehe. Jadi, meskipu hanya menulis sedikit-sedikit (banyak sih, kalo lagi sebel). Di sinilah saya, tidak mau lagi terkonstruksi bahwa yang punya blog hanya orang bodoh. Saya hanya mau menulis. Dulu saya menulis di buku harian. Sekarang saya punya blog. Peduli amat sama orang yang mencerca fungsi blog serupa buku harian. You just envy me, rite?!:D wakakakaka.

So, Go Blog!

gerobak mie ayam di salah satu sudut kota Bandung

gerobak mie ayam di salah satu sudut kota Bandung

Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku berpapasan dengan
tukang Mie Ayam keliling yang biasa beredar di depan rumah.Siang itu,
kulihat dia tengah berasyik masyuk di pinggir jalan,cekikikan
sambil melihat sesuatu yang ada di tangannya.Bahkan saking asiknya,
gerobak mie ayam itu ditinggalkannya begitu saja,seakan mengundang
pemulung jail untuk mengangkutnya. Karena penasaran, diriku pun
bertanya”Mas Jason (panggil saja demikian, karena dia sering dipanggil
Son amapelanggannya “Son.. mie ayamnya siji maning sooon..”), sedang
apa kokasikbener di pojokan?” tanyaku”Eh mas ganteng…( satu hal yang
aku suka dari Jason adalah : Orangnyasuka bicara Jujur!), ini mas,
lagi update status!!…

“WADEZIG!!”

weehhh… njenengan fesbukan juga to??” tanyaku heran”Ya iyalah mas…
hareee geneee ga fesbukan?!.. .Lagian kan lumayan juga buat menjaring
pelanggan lewat fesbuk, kata pak Hermawan Kertajaya kan dalam
berdagang kita harus selalu melakukan diferensiasi termasuk dalam hal
pemasaran mass..

“GLEK!!

kalah gw..Gw yang sering naik Kereta ke jawa aja gak tau kalo ada yg
namanya Hermawan Kereta Jaya

“emang mas statusnya apa?” tanyaku penasaran”nih mas aku bacain :P romo
Mie Ayam, beli dua gratis satu mangkok, beli tiga gratis
nambahkuah,beli empat gratis timbang badan… takutnya anda
obesitas…segera saya tunggu di gang Jengkol, depan tengkulak Beras
Mpok Hepi.Mie Ayam Jason : Melayani dengan Hati… ampela, usus dan
jeroan ayamlainnya. .

“GUBRAK!!

Dua kosong untuk mas jason…Gw yg uda lama fesbukan aja ga bisa bikin
status se atraktif dia..Tapi ada yg aneh pas kulirik ke henpon yang
dia pakeaku kira henponnya blekberi atau minimal nokia seri baru yang
uda bisapake internetan Selidik punya selidik, ternyataa… henponnya
lawas bin jadul…HP yang masih monokrom, suara belum poliponik, dan
masih pake antena luar kayak radio AM”mas, tapi kok bisa update fesbuk
pake henpon sederhana gitu? (bahasa halusnya henpon lawas)

Gimana caranya??”Owwh. . gampang mas, saya tinggal nulis statusnya
lewat SMS lalu kirim ke Tri? jawab dia datar. “Ohh.. mas nya pake
Kartu Three ya? Yang gratis internetan itu?”" Bukaaaan mas, Tri itu
lengkapnya Tri Ambarwati… Dia itu pacar saya, sama-sama dari Tegal,
yang kerjaannya jagain Warnet 24Jam! Jadi kalo butuh update, tinggal
sms dia aja nanti dia yang gantiin status saya, Lha wong dia tiap hari
di depan komputer jagain warnet. Paling sebagai balesannya saya
gratisin mie ayam seminggu sekali… murah to…”Mendadak kepalaku
pusing Bagaikan menderita dehidrasi akut sekaligus hipotermia tingkat
tiga,aku limbung mendengar jawaban spektakuler dari mas jason…

BRUK!!” lho mas.. mas… jadi beli mie ayam ndak…kepriben iki?”

MAU UPDATE STATUS GRATISPAKE TRI (Tri Ambarwati ) fufuufufuff. …

MAU…??? MAU..??? MAU..???

diambil dari note Facebook  Bang Yan-yan

hujan di amsterdam

Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Saya takut terhadap banyak hal.

Saya takut ular. Saya takut tikus. Saya mengalami kekalutan ketika harus menjawab e-mail resmi yang menggunakan bahasa Inggris. Karena saya selalu takut melakukan kesalahan antara penggunaan bahasa resmi dengan bahasa percakapan sehari-hari. Saya taku mendapatkan nilai C (walau akhirnya saya terpaksa menerima ada satu nilai C di transkrip nilai untuk mata kuliah Pengantar Ilmu Politik).

Saya takut menulis skenario. Saya takut menulis cerita lagi. Saya takut yang saya bicarakan basi dan tidak menarik. Saya takut Allah tidak memberi saya kesempatan melanjutkan studi lagi atau sesuatu tiba-tiba terjadi dan…

Hal yang paling saya takutkan mungkin adalah kehilangan keimanan saya. Hal lainnya yang saya takutkan adalah ketakutan itu sendiri. Sekejap saja ia merasuk ke dalam pikiran, fatal. Dengan sedikit rasa pesimis sebagai katalisator, rasa takut akan mengubah pikiran, menumbuhkan gentar, dan pada akhirnya melumpuhkan kekuatan pikiran dan fisik.

Hal yang perlu saya takutkan adalah ketakutan itu sendiri.

(~_~)’